Jumat, 10 Oktober 2008

REKAM JEJAK CALEG DPRD DKI JAKARTA PEMILU 2009

1. PARTAI HATI NURANI RAKYAT (HANURA)

INISIAL

CALON

URAIAN

AL

Ahmad Laisak

Divonis bersalah oleh pengadilan karena menggunakan ijazah palsu pada saat menjadi caleg Pemilu 2004 dari Golkar. Dijatuhi hukuman denda Rp 2 juta subsider kurungan 2 bulan.

RS

Pengusaha yang sering menangani proyek-proyek di dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta dan departemen/ instansi pemerintah lain (sumber keuangan dari APBN/ APBD).

JL

Pengacara “spesialis” : koruptor, pembalak liar, konglomerat/ pengusaha hitam, dll.

Su

Mantan pejabat yang sering melakukan penggusuran terhadap warga tanah merah plumpang 1994, warga koja 1995, warga bantaran kali tirem 1996, warga bantaran kali opak, dll ; Terlibat penggelapan uang ganti-rugi fasilitas umum Kel.penjaringan senilai hampir 250 juta 1996.

2. PARTAI KARYA PEDULI BANGSA (PKPB)

INISIAL

CALON

URAIAN

AIS

Koruptor kasus pengadaan alat pemindai sidik jari (AFIS) untuk Departemen Hukum dan HAM 2007

3. PARTAI PEKERJA DAN PENGUSAHA INDONESIA (P3I)

MAS

Pengusaha yang sering menangani proyek-proyek pembangunan pada departemen/ dinas/ instansi pemerintah (sumber keuangan dari APBN/ APBD) ; perusahaannya bermasalah karena beralamat fiktif, setelah ditetapkan sebagai pemenang tender pembangunan jalan di lumajang senilai 82 milyar 2007.

5. PARTAI GERAKAN INDONESIA RAYA (GERINDRA)

INISIAL

CALON

URAIAN

MT

M. Taufik

Koruptor kasus korupsi Pemilu 2004 ; divonis penjara 1 tahun 6 bulan oleh pengadilan.

AS

Pengusaha/ pimpinan disalah satu perusahaan asing.

9. PARTAI AMANAT NASIONAL (PAN)

INISIAL

CALON

URAIAN

PS

Pejabat teknis daerah aktif (PNS) ; pernah menduduki jabatan BUMD yang pada saat menjabat terjadi penyimpangan keuangan daerah hampir 1 trilyun rupiah.

13. PARTAI KEBANGKITAN BANGSA (PKB)

INISIAL

CALON

URAIAN

NA

Nuralam Bachtir

Anggota DPRD yang ditindak karena melakukan pelanggaran terhadap larangan menerobos jalur Busway

17. PARTAI KARYA PERJUANGAN (PAKAR PANGAN)

INISIAL

CALON

URAIAN

IS

Iwan Sumule

Pernah dipenjara karena menyebarkan SMS ajakan penjarahan pada saat bencana banjir di DKI Jakarta 2007

18. PARTAI MATAHARI BANGSA (PMB)

INISIAL

CALON

URAIAN

AR

Suplier/ penyedia barang dan jasa untuk Departemen/ Instansi Pemerintah/BUMN

22. PARTAI PELOPOR

INISIAL

CALON

URAIAN

SR

Penyelundup narkoba keluar negeri senilai 2,4 trilyun ; mantan narapidana

23. PARTAI GOLKAR

INISIAL

CALON

URAIAN

AZ

Terlibat penyerangan kantor Kontras 2003

TD

Pengusaha yang sering menangani proyek-proyek pembangunan pada departemen/ dinas/ instansi pemerintah (sumber keuangan dari APBN/ APBD) ; perusahaannya kerap bermasalah dalam mengerjakan proyek, termasuk tidak membayar upah pekerja, hingga terjadi perusakan kantor oleh pekerjanya sendiri.

BB

Pendukung legalisasi judi di pulau seribu.

24. PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN (PPP)

INISIAL

CALON

URAIAN

NA

Mempunyai perusahaan yang selama 10 tahun terakhir menjadi pelaksana/ pengelola proyek-proyek diberbagai dinas/ instansi di Pemda DKI dan DPRD DKI (sumber keuangan dari APBD).

BB

Divonis bersalah oleh pengadilan karena menggunakan ijazah palsu pada saat menjadi caleg Pemilu 2004. Dijatuhi hukuman denda Rp 2 juta subsider kurungan 3 bulan.

AH

Menggunakan ijazah palsu pada saat menjadi caleg Pemilu 2004.

IH

Diduga menggunakan nama palsu ; terkait penggelapan mobil mewah 2003 ; t erkait kasus narkoba 2003

29. PARTAI BINTANG REFORMASI (PBR)

INISIAL

CALON

URAIAN

AM

Ali Murtadho

Divonis bersalah oleh pengadilan karena menggunakan ijazah palsu pada saat menjadi caleg Pemilu 2004. Dijatuhi hukuman denda Rp 2 juta subsider kurungan 3 bulan.

Keterangan :

1. Rekam jejak calon bersifat sementara.

2. Rekam jejak calon lainnya termasuk dari partai yang tidak tersebut diatas akan dipublikasikan setelah tuntasnya investigasi LIMA.

3. 80 % calon berijazah palsu pada Pemilu 2004 yang terdaftar dalam draf pencalonan oleh parpol, tidak muncul dalam DCS.

4. 40 % caleg berprofesi sebagai pengusaha, yang 25 % nya pengusaha dengan kualifikasi bermasalah (orientasi menjadi menjadi caleg dipertanyakan).

5. Publikasi rekam jejak calon bertujuan untuk ;

- Memberikan informasi kepada masyarakat tentang kualitas calon (latar belakang, sikap/ perilaku & kebijakan), sebagai pertimbangan untuk memilih calon

- Mengurai potensi pelanggaran/ penyimpangan yang dilakukan oleh calon terhadap ;

o Syarat pencalonan ; kemungkinan menggunakan dokumen/ identitas palsu, kebenaran telah mengundurkan diri sebagai PNS/ TNI/ Polri/ Pengurus BUMN/ BUMD, terkait surat pernyataan tidak akan berpraktek sebagai pengacara, notaris/ PPATK dan pengusaha penyedia barang dan jasa yang terkait keuangan negara untuk menghindari konflik kepentingan.

o Pelaksanaan kampanye ; kemungkinan sumbangan dari perusahaan asing, pendanaan oleh pejabat/ pengusaha bermasalah, penggunaan fasilitas pemerintah, dll

6. Calon dengan rekam jejak diatas, 90 % menempati nomor urut atas dimasing-masing daerah pemilihan.

Catatan :

1. LIMA berencana melaporkan KPU ke pengawas Pemilu, karena dianggap mengumumkan DCS dengan format yang bertentangan dengan amanah UU 10/ 2008 dan tidak sesuai dengan form BC, BD dan BE yang disusun dalam Peraturan KPU 18/ 2008.

2. Laporan tersebut sekaligus akan mempublikasikan format pengumuman DCS versi LIMA, yang memuat keterangan administrasi calon dan sangat mencukupi untuk ditampilkan dalam 4 halaman koran, sebagimana yang diumumkan KPU.

3. Dalam laporan dimaksud juga akan disampaikan puluhan calon yang diduga terdaftar dilebih dari satu daerah pemilihan bahkan dilebih dari satu parpol.

Sebulan Kerja Di Rakyat Merdeka

Tak terasa sebulan sudah aku bekerja di Harian Umum Rakyat Merdeka. Sungguh, awalnya kupikir takkan bisa mengikuti pola kerja di perusahaan grup Jawa Pos ini. Maklum, aku belum terbiasa bekerja di surat kabar harian. "Capek tenan," pikirku.

Namun, begitu coba kupelajari dan terus berusaha mengikuti ritme kerjanya, akhirnya kini aku sudah mulai merasa nyaman dengan pekerjaanku. Semakin mantaplah aku menggeluti dunia jurnalistik.

Kini, aku bertugas di rubrik Bongkar di halaman empat. Cukup pusing memang jika tidak ada isu yang bisa diangkat, tapi nikmati aja. Toh, aku jadi semakin terasah dalam menggali isu. Dan yang pasti, wawasanku semakin bertambah berkat seringnya diskusi dengan para narasumber.

Sepertinya aku memang harus berterima kasih kepada Bang Aulia Andri yang kini sukses jadi dosen di Unimed dan Umsu yang telah mengenalkanku pada dunia tulis menulis. Kepada bang Emil, sang penulis novel Berdjuta-djuta Dari Deli, Hikajat Koeli Contract yang telah banyak memberikan motivasi padaku hingga akhirnya aku bisa melahirkan empat judul novel. Kepada Mbak Susaningtyas Kertopati mantan Anggota DPR-RI FPDIP yang memacu semangatku untuk selalu menjadi yang lebih baik. Tanpa kalian, aku bukanlah apa-apa.

Sepeda Solusi Kemacetan di Jakarta

Pekerja Bersepeda Minta Jalur Sendiri

Jakarta, RM. Sepeda merupakan salah satu alternatif alat transportasi yang paling mungkin untuk menghemat energi karena kendaraan tak bermotor ini tidak membutuhkan bahan bakar minyak (BBM). Karenanya sepeda tidak akan menghasilkan polusi udara alias ramah lingkungan. Selain itu, jika pengguna sepeda semakin banyak tidak menutup kemungkinan masalah kemacetan yang selama ini menggelayuti kota Jakarta akan terpecahkan.

Dhimen Ibnu Purmanto, seorang staf di sebuah perguruan tinggi swasta di bilangan Jakarta Selatan mengatakan, dirinya sudah sangat jenuh dengan kemacetan yang begitu parah di Jakarta. Alasan itulah yang membuat dia memilih sepeda untuk mengantarnya ke tempat kerja. “Belum lagi polusi dari kendaraan, bikin sesak napas,” cetus anggota Bike To Work Indonesia itu kemarin.

Menurut pria yang pernah melakukan ekspedisi bersepeda ke Jawa-Bali-Lombok selama 21 hari itu, dirinya berharap pihak pemerintah segera membuatkan jalur khusus bagi para pengguna sepeda. Selain itu, dia meminta untuk disediakan lahan parkir khusus di pusat perbelanjaan dan perkantoran. “Selama ini masih jarang banget kantor yang nyediain parkir khusus sepeda, apalagi mal,” katanya.

Hal senada diungkapkan Arif, karyawan sebuah perusahaan di kawasan Sudirman. Menurutnya, masyarakat masih banyak yang enggan bersepeda karena keselamatan mereka belum terjamin. Karena itu, dia menilai political will dari pemerintah sangat dibutuhkan guna mengakomodir para pengguna sepeda. “Sekarang tinggal dari pemerintahnya, mau enggak bikinin kita jalur sepeda,” tuturnya.

Namun, keinginan Dhimen dan Arif, serta komunitas Bike To Work Indonesia lain rupanya masih harus jadi angan-angan. Pasalnya, Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta belum bisa mewujudkan permintaan para pekerja bersepeda itu. Hal itu disebabkan kekhawatiran jumlah pengendara sepeda di Jakarta yang masih relatif sedikit mengakibatkan jalur sepeda menjadi mubajir.

Ketua Umum Bike To Work Indonesia Toto Sugito mengungkapkan, sejauh ini Pemda DKI Jakarta sudah sangat mendukung sesuai dengan kondisi dan kapasitasnya. Dia bisa mengerti jika pemda belum dapat merealisasikan keinginan komunitasnya. Tapi, pihaknya akan terus menjalin diskusi secara intens dengan pemda. “Ini cuma masalah skala prioritas saja,” ucapnya saat dihubungi rakyat merdeka kemarin.

Toto berharap, bike to work dapat jadi gaya hidup baru bagi warga kota di seluruh Indonesia. Untuk itu, pihaknya akan terus melakukan kampanye dan sosialisasi kepada semua lapisan masyarakat. Jika nantinya sepeda telah menjadi pilihan, maka pengadaan jalur sepeda menjadi keharusan. (RN)

Senin, 06 Oktober 2008

Aktivis 98 Rame-rame Jadi Caleg

Aktivis 98 Rame-rame Jadi Caleg

Rakyat Sudah Muak Dengan Politisi Tua

Jakarta, RM- Merasa sudah siap, kalangan aktivis 98 berduyun-duyun menjadi calon anggota legislatif (caleg). Mereka terdaftar di berbagai partai politik (parpol). Hal itu dilakukan karena generasi penumbang orde baru itu merasa selama ini tidak ada perubahan yang signifikan. Ditambah lagi dengan perilaku buruk para wakil rakyat yang mengakibatkan hilangnya kewibawaan DPR sebagai lembaga negara. “Rakyat sudah muak dengan mereka,” tutur Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti.

Ray mengakui, para politisi yang kini duduk di parlemen sudah tidak bisa diharapkan lagi. Kalaupun pada Pemilu 2004 lalu banyak dari mereka yang kembali terpilih, itu lebih disebabkan unsur keterpaksaan. "Hanya karena tidak ada pilihan saja," tegasnya.

Menurutnya, keberanian aktivis 98 yang maju sebagai caleg pada Pemilu 2009 harus disambut positif. Kehadiran mereka diharapkan mampu memperjuangkan enam visi reformasi yang telah digelontorkan 10 tahun lalu.Dirinya optimis generasi 98 mampu melakukan perubahan besar dalam parlemen. Terlebih, mereka memiliki kemampuan politik yang cukup dan telah teruji melakukan kerja-kerja politik. Dia yakin para pemuda itu mampu bertarung di senayan.

Ray mengingatkan para aktivis 98 untuk tidak main-main karena mereka akan berhadapan dengan dirinya dan aktivis lainnya. “Jangan sekali-kali korupsi,” ucapnya.

Di tempat terpisah, mantan aktivis 98 yang kini jadi caleg DPR-RI dari PKB Daerah Pemilihan (Dapil) Jatim I Iwan Dwi Laksono mengatakan, dirinya maju disebabkan ketidakpuasan atas kondisi yang terjadi saat ini. Dia melihat, kesejahteraan rakyat semakin jauh dari harapan.”Saya ingin melakukan perubahan dengan mengkombinasikan taktik parlementer dengan ekstra parlementer,” ujarnya.

Dia menilai, lembaga negara, khususnya parlemen saat ini semakin rusak. Satu-satunya jalan untuk melakukan perbaikan, maka dirinya harus masuk ke dalam sistem. Dengan begitu ada kemungkinan besar baginya untuk mendesak agenda perubahan melalui legislatif. Dirinya akan berupaya untuk merubah kebijakan agar lebih berpihak kepada rakyat.

“Khususnya yang berkaitan dengan undang-undang, karena DPR itu kan tugasnya legislasi,” ungkap mantan Ketua Umum LMND itu.

Hal senada dikatakan Petrus Kanisius Tino Rahardian, mantan aktivis 98 yang kini jadi caleg DPR-RI dari Partai Gerindra. Dia menuturkan, dirinya dan generasi 98 lainnya memiliki keresahan yang sama terhadap kondisi rakyat yang tidak kunjung membaik. Selain itu, dia menilai lembaga negara kian dirusak dan dicederai oleh para oknum politisi dengan perilakunya yang amoral dan tidak mendidik.

“Lihat saja kasus Max Moein, Yahya Zaini, banyak hal itu. Entah yang korupsi dan liar yang akhirnya merusak kewibawaan lembaga itu (DPR),” tegas Tino, panggilan akrab Petrus.

Kapital Sosial

Tino yang mendapat nomor urut dua mengatakan, modal yang dimilikinya untuk menjadi caleg adalah kapital sosial. Dirinya tidak punya kemampuan secara finansial. Karena itu, dia hanya akan mengoptimalkan jaringan dan basis massa yang telah terbangun dan berusaha meyakinkan rakyat dengan program yang konkret. “Mereka siap untuk jadi relawan,” kata caleg dari Dapil Jatim V itu.

Tak jauh beda dengan Tino, Iwan pun cuma memiliki modal berupa kantong-kantong massa yang telah dibina selama ini dan pengalamannya sebagai aktivis gerakan mahasiswa. Dia mengaku belum mendapatkan bantuan dana dari partai untuk kegiatan kampanye. “Saya banyak dibantu oleh rekan-rekan yang mendukung saya dalam segala kebutuhan kampanye,” tuturnya.

Baik Tino maupun Iwan yakin, dengan apa yang telah mereka lakukan selama ini legitimasi rakyat bisa didapatkan. Keduanya tidak menolak bila mereka harus membuat kontrak sosial. Bahkan, Iwan secara gamblang menyatakan siap mundur jika dirinya terbukti gagal memperjuangkan agenda reformasi. (RN)

DJ Pat, Ikon DJ Wanita di Indonesia

DJ Pat, Ikon DJ Wanita di Indonesia

Written By Rachmat Nugraha

Patricia Hadi adalah nama lengkapnya. Ia populer dengan panggilan DJ Pat dan merupakan salah satu ikon DJ wanita di Indonesia. Kesuksesannya sebagai seorang Disc Jockey wanita sekarang membuat dirinya sangat terkenal di kalangan clubbers di tanah air. DJ Pat mulai menapaki karirnya di dunia hiburan pada tahun 2002. Kala itu, ia ditawari main dalam sebuah acara yang diadakan di Medan oleh kawannya. Sejak itu, publik mengenalnya sebagai DJ Pat.

“Awalnya tertarik waktu aku masih sekolah di luar negeri. Kebetulan waktu itu teman sekamarku seorang DJ, jadi aku suka iseng mainin alatnya. Begitu pulang ke Jakarta sekitar tahun 2001 aku baru mulai belajar serius, dan tahun 2002 akhirnya aku memantapkan diri sebagai seorang DJ. Menurutku keren aja jadi DJ karena bisa ngontrol crowd,” tuturnya kepada Halo Jakarta.

Bintang wanita berparas cantik ini pun semakin bersinar saat bergabung dengan Spinach, sebuah manajemen DJ yang dikelola oleh DJ Riri. Kini ia pun dianggap sebagai salah satu pelopor hadirnya DJ wanita di Indonesia. Namun, ia membantah. Menurutnya, jauh sebelum ia sudah ada DJ wanita yang lebih dulu hadir. Hanya saja saat itu masih sedikit yang terangkat ke permukaan.

"Aku tidak mau disebut-sebut sebagai pelopor DJ wanita, soalnya sebelum aku sudah ada kok," tegasnya.

Menekuni pekerjaan sebagai DJ yang sangat dekat dengan kehidupan malam baginya bukan tanpa masalah. Awalnya seringkali muncul tanggapan miring dari sebagian kalangan. Ditambah lagi dengan stigma yang beranggapan kalau DJ wanita hanya mengandalkan fisik belaka.

“Aku selalu berusaha membuktikan kalau aku punya skill dan akhirnya mereka semua bisa mengakui kemampuanku,” kata wanita berbintang Capricorn itu.

Bagi DJ yang baru menginjak usia 24 tahun ini, para DJ wanita juga memiliki kemampuan yang tak kalah baik dalam meramu musik elektrik yang bisa menggerakkan crowd untuk terus menghidupkan party.

Ia kini bisa berbangga hati. Kemampuannya sebagai seorang DJ telah memberikan atmosfir tersendiri bagi para clubbers. Apalagi jika menyaksikan DJ Pat beraksi di balik turn table.

Pindah Genre

Keinginannya untuk berganti genre bukan tanpa alasan. Menurutnya, R&B yang selama ini sangat kental mempengaruhi permainannya sudah mulai tidak laku lagi di kalangan clubbers. Saat ini yang tengah digandrungi oleh para penikmat musik malam adalah electro dan house.

“Tadinya aku pikir aku bisa bertahan dengan idealismeku, tapi ternyata kini R&B sudah tidak digemari lagi. Jadi, sekarang aku lagi coba pindah ke electro,” cetusnya.

DJ yang sangat mengagumi DJ Riri ini menambahkan, Sebenarnya ia bukan DJ yang identik dengan satu genre musik saja. Saat pertama kali, ia sempat memainkan jenis progresive dan house. Tapi karena banyak permintaan untuknya bermain R&B, ia pun konsisten untuk menjadikan R&B sebagai genre musik pilihannya.

Wanita yang selalu low profile ini mengaku, ia merasa semakin sulit bertahan dengan R&B. Bahkan, job-job pun kian berkurang. “Dulu biasanya aku main 2 sampai 3 kali dalam seminggu, sekarang sebulan paling cuma 2 kali,” keluhnya.

Walau demikian, dirinya tidak berarti menjauh dari genre musik yang sudah identik dengan dirinya itu. Karena menurutnya, beat-beat dari R&B sangat enak. Ia mengaku sangat menikmati permainannya selama ini. (ditulis untuk edisi perdana Halo Jakarta)

Bricks Kitchen and Lounge

Bricks Kitchen and Lounge
Sensasion of Taste
Rachmat Nugraha

Siang itu, Bricks Kitchen and Lounge yang berlokasi di Plaza Semanggi lantai 10 masih sepi pengunjung. Hanya beberapa meja yang diduduki pengunjung, sementara lainnya masih kosong. Feri dan Muchtar Alamsyah, pengelola lounge menyambut kedatangan kami dengan ramah.
Sangat unik, itulah kesan pertama yang muncul ketika memasuki area lounge. Dindingnya terbuat dari batu bata yang dibiarkan alami tanpa plesteran dengan motif yang berbeda di setiap dindingnya. Saat mata memandang ke atas, terlihat bola-bola lampu menghiasi langit-langit ruangan dipadu dengan kain berwarna merah muda semakin menambah cantik ruangan. Tak hanya itu, dapur yang menyatu dengan ruangan membuat kami dapat melihat langsung para koki beraksi menyiapkan hidangan untuk pengunjung. Konsep ini dipilih memang bukan tanpa alasan. Selain menyesuaikan dengan namanya, konsep ini dipilih juga untuk memberikan kesan alami dan unik.
"Biar terkesan natural dan menarik", kata Chef Tatang, panggilan akrab Muchtar Alamsyah.
Nuansa alami memang terasa kental dalam setiap sudut ruangan. Selain itu, deretan meja kecil dan sofa membuat suasana lebih nyaman, tenang, dan terasa layaknya di rumah sendiri.
Dalam hidangan makanan dan minuman, Bricks Kitchen and Lounge juga menawarkan banyak pilihan khas dari Intercontinental hingga Asia. Mulai dari Deep Fried Cheese Salad yang sangat cocok untuk dijadikan sebagai appetizer, Double Beef Medallion yang bentuknya mirip dengan medali dan dijamin mengundang selera, Three Chicken Wing, pizza, hingga nasi bakar dan sate kambing muda khas Bricks yang merupakan menu favorit di lounge yang launching pada 14 Februari lalu itu. Untuk minuman, menu yang tersedia antara lain Bricks Smoothies, Rock Roll, Mi Cara Es Su Cana, dan Bricks Flamin.
Beruntung kami mendapatkan kesempatan mencicipi sate kambing muda khas Bricks. Sekilas, tak ada yang istimewa dari makanan itu. Yang membedakan hanyalah tungku berisi bara arang yang digunakan sebagai wadah sate untuk menjaga agar sate tetap panas. Keistimewaannya baru terasa ketika kami menyantapnya. Daging kambing terasa begitu empuk dan lembut di mulut. Benar-benar menggoyang lidah. Awalnya kami mengira daging kambing direndam dengan nanas muda atau daun pepaya agar empuk. Tapi, ternyata tidak. Menurut Chef Tatang, kambing yang sudah dipotong hanya digantung untuk melemaskan otot-otot yang tegang pada saat pemotongan dan sedikit ramuan bumbu, sehingga daging kambing akan empuk dengan sendirinya.
"Cara ini sudah banyak digunakan di restorant-restoran di luar negeri" tuturnya.
Untuk anda yang suka menyantap sate dengan saus bumbu kacang, jangan khawatir. Walau sate kambing di Bricks hanya dihidangkan dengan saus bumbu kecap, tapi mereka akan dengan senang hati memenuhi keinginan anda.
Usai menikmati sate kambing yang khas dari Bricks, kami lalu mencoba Bricks Smoothies, minuman favorit pengunjung. Rasanya sangat beda dan menyegarkan. Sensasi rasa sontak muncul saat kita mulai meneguknya. Pantas saja jika minuman hasil paduan dari jus mangga, orange, dan strawberry dengan campuran ice cream vanilla dan yoghurt itu menjadi pilihan hampir setiap pengunjung yang datang.
Bagi anda yang suka minuman beralkohol, anda dapat mencoba sensasi dari Mi Cara Es Su Cana yang dibuat dari campuran vodka, gin, tequila, dan tujuh macam alkohol. Atau Bricks Flamin yang terbuat dari rum, vodka, triple sec, blue curacao, dan cambuco. Dijamin, anda akan mendapatkan sedikit tendangan ketika meminumnya.
Jika anda ingin merasakan suasana natural dan unik, anda bisa datang ke lounge yang buka dari pukul 10.00 hingga 12.00 untuk weekdays dan pukul 10.00 hingga 02.00 dini hari saat weekend ini. Bricks Kitchen and Lounge yang memadukan suasana yang unik dan natural dengan hidangan lezat memang cocok dijadikan pilihan untuk makan, hang out, dan meeting. (ditulis untuk edisi perdana Halo Jakarta)

Meraih Kenikmatan Lewat Cigar

Meraih Kenikmatan Lewat Cigar

Written by Rachmat Nugraha

Aroma yang sangat khas begitu terasa saat memasuki ruangan di salah satu sudut Hotel Shangri-la, Jakarta. Benar-benar menyengat hidung. Dan yang pasti, ini bukanlah aroma dari rokok biasa. Bau khas ini berasal dari cerutu atau biasa disebut cigar, yang memiliki ukuran dan warna yang sangat berbeda dari rokok pada umumnya. Maklum saja, ruangan itu merupakan tempat berkumpulnya para penggemar cigar di Jakarta. Sebagian orang menyalurkan hobi untuk melepas kepenatan dengan menghisap cigar di tempat itu. Hobi ini seakan selalu jadi pilihan utama untuk mengisi waktu luang bagi mereka. ”Nyigar itu nikmat,” ucap mereka. Rasa nikmat itu semakin terasa ketika melakukannya sambil santai bersama orang-orang yang memiliki hobi sejenis dalam satu komunitas.

Cigar memang memiliki nilai tersendiri. Menghisap cigar terlihat sangat berkelas dibanding menghisap rokok biasa. Harganya pun cukup mahal, membuat tidak sembarang orang dapat menghisap cigar.

“Harga per batang paling murah 40 ribu untuk jenis macanudo cafĂ© uscott hingga 550 ribu untuk jenis Cuaba Diademas,” tutur Imran, manajer Club Macanudo Cigar Divan.

Menurut manajer klub yang menerapkan sistem member ini, cerutu ada 3 jenis yakni ringan, medium dan keras. Untuk para pemula biasanya mereka memilih yang ringan atau medium, setelah terbiasa barulah mereka memilih yang keras.

Cerutu itu sendiri terdiri dari filler, binder dan wrapper, di mana setiap bagiannya sangat berpengaruh terhadap kualitas cerutu itu sendiri. Cerutu yang berkualitas sudah barang tentu terdiri dari bahan-bahan yang bagus, seperti pembungkus dan daun tembakau yang sangat bagus. Begitu pun proses pembungkusan, cerutu yang dibungkus dengan bantuan mesin biasanya memiliki cita rasa yang kalah baik dibandingkan yang handmade.

Hingga saat ini, cerutu buatan Kuba masih menempati peringkat nomor 1 dari segi kualitas dan cita rasa, disusul cerutu buatan Republik Dominika. Meski begitu, cerutu Indonesia ternyata juga menjadi salah satu cigar yang popular di Eropa dan Amerika dengan handmade cigarnya yang bertitle Montague yang kini telah menjadi cerutu langka, karena telah berhenti diproduksi pada tahun 2000.

Menikmati Cigar

Cigar terkenal dengan baunya yang bisa membuat pusing kepala bagi mereka yang kurang suka. Karena itu, biasanya para penggemar cigar selalu mencari tempat yang nyaman untuk menikmati cigar dan tidak mengganggu orang lain.

Di Jakarta sendiri, saat ini sudah mulai menjamur klub-klub cerutu yang siap memanjakan para penggemar cigar, salah satunya adalah Club Macanudo Cigar Divan yang terletak di lantai dasar Hotel Shangri-la. Klub ini, selain menjadi tempat kongkow-kongkow para penggemar cerutu, juga sebagai distributor untuk hotel-hotel bintang lima yang menyediakan cigar lounge. Di samping itu, klub yang berdiri sejak tahun 2001 ini juga menyediakan accessories dan perlengkapan cigar yang sangat lengkap.

"Macanudo Cigar Divan didirikan untuk mengakomodir para penggemar cerutu di Jakarta yang tingkat pertumbuhan lumayan meningkat," tutur Imran.

Syarat untuk menjadi member di Macanudo Cigar Divan cukup mudah. Anda cukup membayar registrasi sebesar 1,5 juta untuk Reguler dan 5 juta untuk Gold. Begitu anda registrasi, anda langsung mendapatkan 1 botol Civas Regall 18 years old untuk Reguler dan 2 botol Civas Regall 18 years old untuk Gold.

Imran menambahkan, banyak keuntungan yang didapat dengan menjadi member di Macanudo Cigar Diva, antara lain untuk yang Reguler akan mendapatkan potongan harga sebesar 20% pembelian minimal 25 stick atau satu kotak cerutu, diskon 10 % untuk tiap pembelian satu batang cerutu, minuman, dan accessories. Sedangkan untuk yang Gold, akan mendapatkan potongan harga sebesar 25% pembelian minimal 25 stick atau satu kotak cerutu, diskon 15 % untuk tiap pembelian satu batang cerutu, minuman, dan accessories. Selain itu, klub dengan ruangan yang terkesan homey itu juga selalu mengundang member dalam setiap event yang diadakan oleh Macanudo Cigar Divan. (ditulis untuk edisi perdana Halo Jakarta)